Selamat Datang di Website Resmi Kejaksaan Tinggi Papua Barat

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum memimpin apel pagi

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum memimpin apel pagi, bertempat di halaman Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Senin (26/6/2023).
Dalam amanat Kajati Papua Barat menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kita semua yang dengan kesadaran yang tinggi kita bisa ikut apel pagi. Utama membangun kesadaran sebagai warga adhyaksa itu merupakan hal yang sangat penting karena kalau kita dipaksa dan harus dipaksa untuk mau turut itu sesuatu yang harus dihindarkan. Kesadaran yang harus kita bangun untuk menjalankan kewajiban karena dengan kesadaran berarti ada keikhlasan apapun kondisinya, sadar untuk bangun pagi, sadar hadir tepat waktu, sadar untuk melaksanakan tugas fungsinya bukan karena dipaksa. Kita harus paham betul bahwa apapun keberadaan kita sedapatnya memberikan kontribusi dalam hidup kita sebagai warga adhyaksa tentu disinilah kita mengabdi, melakukan pelayanan yang terbaik karena dengan institusi ini maka kita menjadi seseorang atau keluarga yang cukup dihargai oleh masyarakat oleh karenanya apa sumbangsih kita kepada institusi ini merupakan hal yang harus terus kita bangun menuju adhyaksa yang terus bergerak dan berkarya. Dengan kehadiran saya harus lebih mampu meningkatkan kinerja kita dengan baik, dengan adanya masukan, inovasi yang baik, motivasi yang baik, etos kerja yang baik dan kita harus peduli kepada institusi ini karena inilah rumah kita. Adanya kekompakan perlu ada soliditas dan harus ada solider terhadap sesama apapun latar belakang, saling bahu membahu, kedepan perlu ada kesadaran yang lebih tinggi lagi, saya akan berusaha sabar tetapi juga kalau kehilangan kesabaran saya kira kalau sudah saya lakukan saya tidak akan pernah mundur. Berpikir, bertindak positif untuk pelayanan kepada masyarakat kita harus menjadi institusi yang memberikan warna terbaik dalam kehidupan masyarakat di Papua Barat oleh karena itu jaga integritas diri, jaga institusi, jaga nama baik keluarga.
Beberapa hal yang perlu ditekankan dalam bidang-bidang :
Pertama, Pembinaan kewajiban-kewajiban akan terus kita laksanakan, tingkatkan disiplin, penyerapan masih minim, 22 Juli sudah dekat aktifitas silakan lakukan kepanitiaan sudah terbentuk jangan cawe-cawe diluar kita pola hidup sederhana, jangan jual nama institusi, jangan jual perkara, saling mendukung dengan tidak menghilangkan kemeriahan akan HBA laksanakan dengan baik.
Kedua, Intelijen tugas sangat berat apalagi untuk Papua Barat yang tensi politik dan dinamika sosial masyarakat lebih tinggi maka kepekaan kita direwarning kita harus cepat membangun networking dengan instansi terkait mendapatkan informasi sebanyak mungkin yang ada di masyarakat supaya kita dapat melakukan mitigasi, antisipasi, karena kita adalah bagian dari masyarakat dan tahun politik sudah bergulir. Tag line kita adalah Kejati Papua Barat bisa, jaya, sejahtera.
Ketiga, Pidum, Jaksa Agung mengingatkan soal perilaku jaksa yang bisa mencoreng nama baik institusi di tengah kepercayaan publik yang semakin tinggi. Oleh karena itu saya mengajak seluruh jaksa dan jajaran pergunakan prinsip to know your client, pahami betul siapa kliennya, saya tahu ada oknum yang jual perkara hentikan. Kenali siapa klien anda, pahami anatomi perkaranya. Keempat, Pidsus banyak sprindik segera berkas limpahkan ke pengadilan bulan Juli nanti akan terus berpacu menunjukan warna, harus siap kalau mau menyerah, menyerah sekarang, kalau mau angkat bendera putih lebih baik sekarang, tapi kalau ingin bersama-sama saya ayo niat kita adalah baik mau membangun institusi, jadi lakukan percepatan, jangan menegakan hukum dengan melanggar hukum tapi kita menegakkan hukum dengan tegas dan santun.
Kelima, Datun kinerja masih minim era 4.0 sekarang ini sangat di minati oleh market, Datun kurang kiprah oleh karena itu kita harus sosialisasi dan meyakinkan berbagai pihak tentang peran dan fungsi Datun baik dalam Gakum, Yankum, Bankum, Timkum dan Tindakan hukum lainnya. Harus gesit sambil jalan kita evaluasi untuk peningkatan kinerja.
Keenam, Pidmil terimakasih walaupun relatif baru istilahnya adik bungsu, untuk Papua Barat sudah berkiprah terus tingkatkan kinerja, melakukan koordinasi karena memang kita tidak kekurangan pekerjaan, Pidmil tidak melulu hanya penegakan hukum yang represif tapi bisa juga penegakan hukum yang preventif supaya seluruh jajaran aparat TNI memahami betul peran fungsi tugasnya.
Ketujuh, Pengawasan ada beberapa lapdu harus segera di selesaikan dan itu mendapat perhatian pimpinan, segerakan supaya ada solusi penyelesaiannya, jangan nanti ada kesan jeruk makan jeruk, jadi profesional, kerjakan, laksanakan, tuntaskan dan kita laporkan, mungkin minggu depan itu sudah bisa kita laporkan supaya dapat keputusan dan petunjuk dari pimpinan.
Memberikan kontribusi terbaik harus saling mendukung, dukung saya, saya mendukung anda dan kita sama mendukung dan berkarya bergerak menuju adhyaksa yang baik.
Hadir dalam apel Asisten Pembinaan Rudy Manurung, S.H., M.H., Asisten Intelijen Erwin Saragih , S.H., M.H., Asisten Pengawasan Imam Makmur Sidabutar, S.H., M.H dan Asisten Pidana Militer Kol. (KH) Ridho Sihombing, S.H., M.H selaku Komandan apel beserta beberapa Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, Staf TU dan tenaga honorer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://blog.galpoes.net/ slot gacor slot gacor 2025 slot gacor maxwin